Bukan Sekadar Omon-Omon”: Amrulloh Siapkan Aksi Besar 6 Mei, Desak Evaluasi Total Pemkab Banyuwangi

 

 

SUBERBHAYSNGKARA,MY.ID, | BANYUWANGI — Gelombang tekanan publik terhadap kinerja pemerintah daerah kian menguat. Aktivis Banyuwangi, Amrulloh, memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Rabu, 6 Mei 2026, di depan Kantor Pemerintah Kabupaten dan DPRD Banyuwangi.

 

Aksi ini disebut bukan sekadar simbolik atau “omon-omon”, melainkan bentuk konkret perlawanan konstitusional atas berbagai persoalan yang dinilai kian mengendap tanpa penyelesaian jelas. Amrulloh menegaskan, pihaknya tidak datang dengan tangan kosong.

 

“Kami membawa data, fakta, dan bukti. Ini bukan asumsi, bukan opini liar. Semua akan kami buka di hadapan publik,” tegasnya.

 

Ia menyebut, akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan daerah menjadi pemicu utama aksi. Massa menilai, arah kebijakan Pemkab Banyuwangi belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, baik dalam aspek kesejahteraan, pelayanan publik, maupun tata kelola pemerintahan.

 

Dalam tuntutannya, massa aksi secara terbuka mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. Desakan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek moral dan politik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

 

“Jangan alergi kritik. Ini suara rakyat, bukan suara segelintir orang,” tambah Amrulloh.

 

Persiapan aksi disebut telah dilakukan secara sistematis dan terorganisir. Konsolidasi lintas elemen masyarakat terus digencarkan, mulai dari aktivis, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat sipil lainnya. Dukungan pun diklaim terus mengalir menjelang hari pelaksanaan.

 

Tak hanya itu, massa juga mengisyaratkan akan melakukan pengawalan ketat terhadap jalannya aksi. Bahkan, kemungkinan penutupan akses jalan di sekitar lokasi demo menjadi bagian dari strategi tekanan agar tuntutan mereka tidak diabaikan oleh pemerintah daerah maupun DPRD.

 

Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas publik di pusat pemerintahan Banyuwangi, sehingga aparat keamanan diharapkan dapat mengantisipasi potensi eskalasi di lapangan.

 

Meski demikian, Amrulloh menegaskan bahwa aksi tetap akan dijalankan dalam koridor hukum dan mengedepankan prinsip damai.

 

“Kami ingin aksi ini tertib, aman, tapi tetap tegas. Ini momentum bagi pemerintah untuk benar-benar mendengar rakyat,” pungkasnya.

 

Aksi 6 Mei mendatang diprediksi menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa waktu terakhir di Banyuwangi, sekaligus ujian terbuka bagi responsivitas pemerintah daerah terhadap kritik dan aspirasi publik.###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *